• bbanner_website_kesehatan_adalah_investasi

    bbanner_website_kesehatan_adalah_investasi

  • HKN 52

    HKN 52

  • web-banner-cinta-sehat-corp

    web-banner-cinta-sehat-corp

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi permasalahan Kesehatan Masyarakat di Indonesia termasuk di Bali. Sejak ditemukannya kasus DBD pada tahun 1968 si Surabaya dan Jakarta, angka Kejadian Penyakit DBD meningkat dan menyebar ke seluruh daerah Kabupaten di Wilayah Republik Indonesia. Vektor penyakit DBD nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopoctus  masih banyak dijumpai di wilayah Indonesia termasuk di Bali. Kemajuan teknologi dalam bidang transportasi disertai mobilitas penduduk yang cepat memudahkan sumber penularan dari satu kota ke kota lainnya. Saat ini seluruh wilayan Indonesia, mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit DBD karena virus penyebab dan nyamuk penularannya tersebar hampir ada disemua wilayah di Indonesia, disetiap rumah-rumah dan juga tempat-tempat umum.

Serangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan kebersihan di pesisir pantai, Jumat 23 Februari 2018 seperti Pantai Lebih, Masceti maupun Pantai Saba, dan lainnya, dengan melibatkan seluruh instansi-instansi Pemerintah Kabupaten Gianyar, Lembaga Swadaya Masyarakat, wisatawan dan warga setempat.

Kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran semua pihak baik dalam menjaga kebersihan dan peduli sampah, sebagai upaya mengurangi serta menangani sampah, sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Gianyar, yang menindaklanjuti intruksi  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SE.I/MenLHK/PSLB3/PLB.0/I/2018 tentang Kerja Bersama Untuk Peningkatan Penanganan Sampah dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2018.

GIANYAR – Untuk lebih meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program Publik Safety Center (PSC). PCS dengan call center 119 dilaunching oleh Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra pada Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53, di Lapangan Astina Gianyar, Jumat (17/11).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mengungkapkan keracunan massal yang terjadi di Banjar Cangi, Batuan Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali, Rabu (1/11/2017). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, mengatakan sebanyak 125 orang warga yang mengalami keracunan makanan.

Di awal tahun 2018 ini, penulis memperoleh informasi akan manfaat besar dari pengobatan HIV-AIDS yang ada saat ini, yaitu pengobatan terapi ARV, Obat penghambat kerja HIV pada tubuh manusia. Kombinasi obat ARV yang diperoleh, sangat manjur untuk mempertahankan kualitas hidup dan kondisi tubuh. Disamping itu kesigapan petugas kesehatan, mengetahui gejala atau tanda-tanda ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) tidak cocok pada terapi ARV lini pertama, hingga diganti dengan terapi ARV lini kedua.  Dengan keteguhan menerima keadaan dan selalu menjaga kepatuhan untuk minum obat secara teratur, menyebabkan kondisi tubuh bisa pulih, tidak terperosok pada kumpulan gejala atau tanda penyakit yang lumbrah disebut AIDS. Disamping itu, terapi ARV ini bisa mencegah penularan HIV dari ibu ke anaknya, sehingga anak tidak terinfeksi virus penurun daya tahan tubuh manusia tersebut.

 

 

IMUNISASI JAPANESE ENCEPHALITIS SERENTAK DI GIANYAR

 

Foto: suasana pelaksanaan imunisasi JE (5/3) di SMP Saraswati Sukawati

 

 

Serangkaian upaya mencegah terjadinya penyakit radang otak pada anak akibat virus JE (Japanese Encephalitis),Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kesehatan menggelar Imunisasi massal pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati, M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar memaparkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 5 Maret 2018 oleh UPT Kesmas se-Kabupaten Gianyar, dengan menyasar  siswa  di sekolah-sekolah yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/Sederajat, SDLB dan SMP/MTs/Sederajat dan SMPLB maupun posyandu.

               

 

 

IMUNISASI JAPANESE ENCEPHALITIS SERENTAK DI GIANYAR

 

Foto: suasana pelaksanaan imunisasi JE (5/3) di SMP Saraswati Sukawati

 

 

Serangkaian upaya mencegah terjadinya penyakit radang otak pada anak akibat virus JE (Japanese Encephalitis),Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kesehatan menggelar Imunisasi massal pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati, M.Kes. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar memaparkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 5 Maret 2018 oleh UPT Kesmas se-Kabupaten Gianyar, dengan menyasar  siswa  di sekolah-sekolah yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/Sederajat, SDLB dan SMP/MTs/Sederajat dan SMPLB maupun posyandu.

               

Pes merupakan penyakit berasal dari bakteri yersinia pestis yang hidup pada hewan pengerat seperti tikus. PES merupakan penyakit yang berasal dari bakteri Yersinia pestis. Bakteri tersebut hidup pada hewan pengerat seperti tikus. Perpindahan bakteri ke tubuh manusia terjadi ketika manusia digigit oleh hewan yang sudah terinfeksi atau melakukan kontak langsung saat sedang menangani hewan yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi ketika manusia digigit oleh kutu yang sebelumnya tinggal di hewan yang terinfeksi seperti tikus, kelinci, anjing, dan tupai.

Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya pembekuan darah yang berlebihan dan juga dapat merusak lapisan pembuluh darah yang mengakibatkan pembentukan gumpalan.

Kepala Dinas

Mar10 Demo Image

dr. I A Cahyani Widyawati MKes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar.

 

Login

Login