Lakip

Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar

Hasil capaian kinerja pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dapat diukur dari pencapaian kinerja kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan beserta jaringannya pada periode renstra tahun 2008 - 2013. Berikut ini disampaikan beberapa capaian kinerja pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dalam kurun waktu lima tahun terakhir dilihat dari MDGs dan Indikator Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan sesuai dengan Permenkes Nomor : 741 tahun 2007 seperti tabel 2.1 pada lampiran renstra ini.

Dilihat dari tabel 2.1 terlampir, pembangunan kesehatan yang sudah dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir di Kabupaten Gianyar,  dari pencapaian derajat kesehatan yang menjadi tujuan MDGs di tahun 2015, secara umum sudah di atas target MDGs yang ditargetkan walaupun pencapaiannya masih berfluktuasi.

Tahun 2008 Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 28,43 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH) meningkat menjadi sebesar 88,03 per 100.000 KH pada tahun 2009. Namun pada tahun 2010 AKI kembali mengalami penurunan  menjadi sebesar 45,18 per 100.000 KH dan meningkat kembali menjadi 74,7 per 1000.000 KH pada tahun 2011 dan kembali mengalami penurunan menjadi 60,4 per 100.000 KH pada tahun 2012. Walaupun dalam lima tahun terakhir AKI terus mengalami fluktuasi namun masih jauh melampaui target Nasional yaitu sebesar 118 per 100.000 KH pada tahun 2014 dan target MDGs tahun 2015 yaitu sebesar 102 per 100.000 KH.

Angka Kematian Balita (AKABA) tahun 2008 sebesar 13,08  per 1000 KH, turun menjadi sebesar 12,18 per 1000 KH pada tahun 2009. Namun pada tahun 2010 AKABA kembali mengalami peningkatan  menjadi sebesar 15,51 per 1000 KH dan mengalami penurunan  kembali menjadi 14,2 per 1000 KH pada tahun 2011 dan kembali mengalami penurunan menjadi 11,9 per 1000 KH pada tahun 2012. Apabila dibandingkan dengan target Nasional yang sebesar  20,9 per 1000 KH, pencapaian AKABA di Kabupaten Gianyar telah jauh melampaui target, walaupun masih perlu berbagai upaya untuk dapat lebih menekan lagi kematian balita di Kabupaten Gianyar.

Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2008 sebesar 11,40  per 1000 KH, turun menjadi sebesar 10,88 per 1000 KH pada tahun 2009. Namun pada tahun 2010 AKB kembali mengalami peningkatan  menjadi sebesar 13,10 per 1000 KH dan mengalami penurunan  kembali menjadi 11,79 per 1000 KH pada tahun 2011 dan kembali mengalami penurunan menjadi 11,17  per 1000 KH pada tahun 2012. Pencapaian AKB di Kabupaten Gianyar telah jauh melampaui target Nasional yang ditetapkan yaitu sebesar 24 per 1000 KH pada tahun 2014.

Sedangkan pencapaian kinerja pelayanan dilihat dari Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan selama kurun waktu lima tahun terakhir sebagian besar sudah menunjukan pencapaian di atas target SPM tahun 2015, walaupun pencapaian per tahunnya masih ada yang mengalami fluktuasi.

Cakupan kunjungan Ibu hamil K4 tahun 2008 sebesar 93,52 %, turun menjadi  90,61% pada tahun 2009. Pada tahun 2010 kembali turun menjadi sebesar 88,34 % dan kembali mengalami peningkatan pada tahun 2011 menjadi sebesar 91,54 %. Namun demikian pada tahun 2012 cakupan kunjungan Ibu Hamil K4 mengalami sedikit penurunan menjadi sebesar 91,13 %. Pencapaian ini menunjukan masih dibawah target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 95 %. Hal ini diakibatkan masih adanya Ibu Hamil yang drop out dalam melakukan pemeriksaan kehamilannya yang disebabkan karena pindah tempat tinggal disamping adanya kejadian abortus.

Sedangkan Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani tahun 2008 sebesar      68,39%, naik menjadi 84,23% pada tahun 2009. Pada tahun 2010 kembali meningkat menjadi sebesar 78,30 % dan kembali mengalami peningkatan pada tahun 2011 menjadi sebesar 100,13 %. Pada tahun 2012 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani, kembali mengalami peningkatan menjadi sebesar 105,6 %. Pencapaian ini menunjukan sudah melampaui target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 80 %. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya angka kejadian komplikasi kebidanan dan hal tersebut sudah tertangani dengan baik.

Indikator SPM yang lainnya yaitu Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, dimana cakupan pada tahun 2008 sebesar 98,27%, turun menjadi 94,35% pada tahun 2009. Pada tahun 2010 kembali mengalami penurunan menjadi sebesar 92,41 % dan kembali mengalami peningkatan pada tahun 2011 menjadi sebesar 94,02 %. Pada tahun 2012 cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan kembali mengalami peningkatan menjadi sebesar 94,7 %. Pencapaian ini menunjukan sudah melampaui target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 90 %. Hal ini disebabkan karena semua persalinan sudah ditolong oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.

Sedangkan cakupan pelayanan nifas tahun 2010 sebesar 92,74 % dan mengalami penurunan pada tahun 2011 menjadi sebesar  92,07 %. Pada tahun 2012 cakupan pelayanan nifas kembali mengalami peningkatan menjadi sebesar 95,6 %. Pencapaian ini menunjukan sudah melampaui target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 90 %. Keberasilan dari pencapaian target SPM ini dipengaruhi oleh semua Ibu Nifas sudah mendapatkan pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan. Pencapaian pelayanan nifas tidak mencapai 100% dikarenakan ada Ibu Nifas yang belum waktunya untuk ke Kunjungan Nifas ke 3.  

Indikator SPM lainnya yaitu cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani, dimana capaian pada  tahun 2008 sebesar 63,13%, naik menjadi    90,09% pada tahun 2009. Pada tahun 2010 kembali mengalami penurunan menjadi sebesar 78,30 % dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2011 menjadi sebesar 89,75 %. Pada tahun 2012 cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani mengalami penurunan menjadi sebesar 87,68 %. Walalupun mengalami penurunan pada tahun 2012 namun pencapaian ini menunjukan sudah melampaui target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 80 %. Hal ini dipengaruhi oleh  tingginya angka kejadian neonatus dengan komplikasi yang ditangani oleh petugas kesehatan.

Cakupan kunjungan bayi tahun 2010 sebesar 95,64 % dan mengalami penurunan pada tahun 2011 menjadi sebesar 92,15 %. Namun demikian pada tahun 2012 cakupan kunjungan bayi kembali  mengalami peningkatan menjadi sebesar 93,30 %. Pencapaian ini menunjukan sudah melampaui target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 90 %.

Sedangkan cakupan pelayanan anak balita tahun 2010 sebesar 99,12 % dan mengalami penurunan pada tahun 2011 menjadi sebesar 81,87 %. Pada tahun 2012 cakupan pelayanan anak balita kembali mengalami penurunan menjadi sebesar 74,70 %. Pencapaian ini menunjukan masih dibawah target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 90 %.

Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan tahun 2008 - 2012 sebesar 100%. Pencapaian ini menunjukan sudah mencapai target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 100 %.

Cakupan Pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan dari Keluarga Miskin tahun 2008 – 2012 belum dilaksanakan. Sedangkan target SPM Cakupan Pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan dari Keluarga Miskin tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 90 %. Hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki dan selama lima tahun ini Pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan dari Keluarga Miskin pada daerah bencana diberikan langsung dari Pusat. Untuk tahun 2014 anggaran pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan dari Keluarga Miskin sudah dialokasikan di masing-masing UPT. Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Gianyar.

Sedangkan cakupan peserta KB aktif tahun 2010 sebesar 83,34 % dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2011 menjadi sebesar 86,39 %. Pada tahun 2012 cakupan peserta KB aktif kembali mengalami peningkatan menjadi sebesar 97,40 %. Pencapaian ini menunjukan sudah melampaui target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 70 %.

Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat tahun 2010 sebesar 95,56 % dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2011 menjadi sebesar 98,90 %. Pada tahun 2012 Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat kembali  mengalami peningkatan menjadi sebesar 97,4 %. Walaupun setiap tahunnya pencapaian cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat terus mengalami peningkatan namun pencapaian ini menunjukan masih dibawah target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 100 %. Hal ini disebabkan masih adanya beberapa anak yang mengalami sakit sehingga tidak diijinkan untuk diimunisasi oleh orang tuannya dan sekolah tidak mau membawa anak yang belum mendapat imunisasi di sekolah ke UPT. Kesehatan Masyarakat yang telah di tunjuk.

Cakupan Penemuan dan Penanganan penderita penyakit di Kabupaten Gianyar dilihat dari lima penyakit menular yang  terjadi di masyarakat yaitu : TBC dengan BTA (+), Diare, Pneumonia Balita, Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari lima tahun terakhir cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit AFP dan DBD telah mencapai target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 100 %. Sedangkan cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TB (BTA +), Diare dan Pneumonia dalam kurun waktu lima tahun terakhir belum mencapai target SPM tahun 2015.

Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin dan Cakupan Pelayanan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin tahun 2008 - 2012 sebesar 100%. Pencapaian ini menunjukan sudah mencapai target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 100 %.

Sedangkan Cakupan Desa/Kelurahan UCI tahun 2008 - 2011 sebesar sebesar 100%. Sedangkan Pada tahun 2012 Cakupan Desa/Kelurahan UCI  mengalami penurunan menjadi sebesar 95,71 %. Pencapaian ini menunjukan masih dibawah target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 100 %.

Sedangkan cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yg dilakukan PE, 24 Jam tahun tahun 2008 - 2012 sebesar 100%. Pencapaian ini menunjukan sudah mencapai target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 100 %.

Cakupan desa siaga aktif tahun 2008 sebesar 54,20%, naik menjadi 100% pada tahun 2009. Pada tahun 2010 kembali meningkat menjadi sebesar 100 % dan mengalami penurunan pada tahun 2011 menjadi sebesar 97%. Pada tahun 2012 cakupan peserta KB aktif kembali mengalami peningkatan menjadi sebesar 100%. Pencapaian ini menunjukan sudah mencapai target SPM tahun 2015 yang ditetapkan yaitu sebesar 100 %.

More in this category: « Sarana Kesehatan Tupoksi »

Login