Apa itu penyakit PES??

Pes merupakan penyakit berasal dari bakteri yersinia pestis yang hidup pada hewan pengerat seperti tikus. PES merupakan penyakit yang berasal dari bakteri Yersinia pestis. Bakteri tersebut hidup pada hewan pengerat seperti tikus. Perpindahan bakteri ke tubuh manusia terjadi ketika manusia digigit oleh hewan yang sudah terinfeksi atau melakukan kontak langsung saat sedang menangani hewan yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi ketika manusia digigit oleh kutu yang sebelumnya tinggal di hewan yang terinfeksi seperti tikus, kelinci, anjing, dan tupai.

Bagaimana tanda dan gejala PES?
PES dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan bagian tubuh yang mengalami gangguan. Tanda dan gejala terjadi bergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi.
Bubonic
Jenis penyakit ini menyerang kelenjar getah bening sehingga dapat membengkak yang umumnya dapat terjadi salam seminggu setelah terinfeksi. Tanda dan gejalanya seperti:

  • Pangkal paha, ketiak atau leher
  • Ukuran bengkak sebesar telur ayam
  • Lembut dan hangat saat disentuh
  • Mendadak demam dan menggigil
  • Sakit kepala
  • Cepat lelah
  • Nyeri otot

Septicemic
Septikemia terjadi ketika bakteri berkembang pada aliran darah. Tanda dan gejala meliputi:

  • Demam dan menggigil
  • Tubuh menjadi lemah
  • Mengalami nyeri perut, diare, dan muntah
  • Terjadi pendarahan pada mulut, hidung, rectum, atau dibawah kulit
  • Mengalami shock
  • Kulit menjadi menghitam karena terjadi kematian jaringan dan paling sering terjadi pada jari tangan, jari kaki, dan hidung.

Pneumonia
Pneumonia terjadi ketika mempengaruhi paru-paru dan merupakan jenis yang paling berbahaya. Jenis ini berbahaya karena dapat menyebar ke orang lain melalui air liur yang keluar lewat batuk. Tanda dan gejala dapat dimulai dalam beberapa jam setelah infeksi, seperti:

  • Batuk dengan dahak berdarah
  • Kesulitan bernafas
  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemah

Pneumonia dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan gagal nafas dan syok dalam dua hari setelah infeksi. Jika pengobatan tidak dimulai dalam 24 jam setelah tanda dan gejala muncul pertama kali maka kemungkinan akan dapat berakibat fatal.

Apakah faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya PES?
Berikut beberapa kondisi yang dapat meningkatkan resiko terjadinya PES:

  • Lokasi tempat tinggal
    PES paling sering terjadi didaerah pedesaan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang berlebihan, sanitasi yang buruk, dan populasi hewan pengerat yang tinggi.
  • Pekerjaan
    Dokter hewan dan pekerja di klinik hewan memiliki resiko lebih tinggi berhubungan dengan kucing dan anjing yang mungkin terinfeksi.
  • Hobi
    Berkemah atau rekreasi ke tempat banyak hewan terinfeksi dapat meningkatkan resiko terinfeksi PES.

Komplikasi akibat PES
Komplikasi PES meliputi:

  • Kematian
    Mayoritas orang yang menerima pengobatan segera selamat dari PES. Jika tidak diobati maka dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.
  • Gangren
    Pembekuan darah yang terjadi di pembuluh darah jari tangan dan kaki dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan jaringannya mati. Bagian jari tangan dan kaki yang telah mati kemungkinan perlu dilakukan amputasi.
  • Meningitis
    PES dapat menyebabkan pembengkakan selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Bagaimana cara pencegahan PES?
Walaupun tidak ada vaksin yang efektif untuk PES, antibiotic dapat membantu mencegah infeksi jika memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi. Tindakan pencegahan dapat dilakukan seperti:

  • Membersihkan bagian rumah yang dapat digunakan sebagai tempat bersarangnya tikus.
  • Menjauhkan hewan peliharaan dari kutu.
  • Memakai sarung tangan saat menangani hewan yang berpotensi telah terinfeksi. Sarung tangan dapat mencegah kontak antara kulit dan bakteri.
  • Menggunakan obat nyamuk jika sedang bepergian di daerah dengan populasi hewan pengerat  yang besar.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber:

  1. Mayo Clinic. (2017, 04 Agustus). Plague. Diperoleh 22 November 2017 dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plague/symptoms-causes/syc-20351291
  2. World Health Organization. (2017, Oktober). Plague. Diperoleh 22 November 2017 dari: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs267/en/

Login