Kesiapan Kabupaten Gianyar Dalam Menghadapi Lonjakan Kasus DBD

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi permasalahan Kesehatan Masyarakat di Indonesia termasuk di Bali. Sejak ditemukannya kasus DBD pada tahun 1968 si Surabaya dan Jakarta, angka Kejadian Penyakit DBD meningkat dan menyebar ke seluruh daerah Kabupaten di Wilayah Republik Indonesia. Vektor penyakit DBD nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopoctus  masih banyak dijumpai di wilayah Indonesia termasuk di Bali. Kemajuan teknologi dalam bidang transportasi disertai mobilitas penduduk yang cepat memudahkan sumber penularan dari satu kota ke kota lainnya. Saat ini seluruh wilayan Indonesia, mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit DBD karena virus penyebab dan nyamuk penularannya tersebar hampir ada disemua wilayah di Indonesia, disetiap rumah-rumah dan juga tempat-tempat umum.



Dengan semakin merebaknya kasus DBD khususnya di Kabupaten Gianyar dimana dalam tiga tahun terakhir jumlah kasus DBD tercatat di tahun 2016 sebanyak 3.673 orang dengan kematian sebanyak 15 orang, tahun 2017 jumlah kasus DBD sebanyak 511 orang dengan kematian sebanyak 2 orang dan tahun 2018 kasus DBD sebanyak 72 orang dengan kematian 0. sedangkan di tahun 2019 terjatat akhir bulan Januari sebanyak 26 kasus dibandingkan dengan tahun 2018 periode sama bulan januari hanya 8 kasus. Sudah saatnya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD harus ditingkatkan dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat secara berkesinambungan, terus menerus dan bersungguh-sungguh.

Memperhatikan situasi DBD di Kabupaten Gianyar dalam 3 tahun telah terjadi penurunan namun di tahun 2019 telah terjadi peningkatan kembali yang sangat signifikan disebabkan oleh karena prilaku masyarakat, kondisi lingkungan dan keberadaan vektor penular penyakit DBD, serta cuaca/hujan yang cukup panjang. Untuk mengantisipasi masalah tersebut supaya tidak terhadi penigkatan kasus bulan-bulan berikutnya perlu dilakukan suatu tindakan sebagai berikut :

Kegiatan yang telah dilakukan :

  1. Membuat surat edaran Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Gianyar Nomor 443.33/4963 sekret/2018 tanggal 5 september 2018 tentang Kewaspadaan Peningkatan kasus Penyakit DBD
  2. Penyemprotan Ultra Low Volume (ULV) pada 20 desa yang kasus DBD sebelumnya cukup banyak.
  3. Fogging pada daerah yang ada kasus DBD.
  4. Membuat surat edaran Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Gianyar, Nomor 443.33/0360/Dikes/2019. tanggal 22 Januari 2019 tentang Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD 3 M + ( Menguras, Menutup, Mengubur/Mendaur ulang barang-barang beas yang dapat menampung air).
  5. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh Puskesmas dan Masyarakat.
  6. Abarisasi pada tempat penampungan air yang tidak bisa di kuras.
  7. Sosialisasi tentang penyakit DBD.

Sedangkan kegiatan yang akan dilakukan sesuai himbauan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar sebagai berikut:

  1. Fogiging Fokus di perluas pada daerah yang ada kasus DBD
  2. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terjadwal di intensipkan dengan melibatkan lintas sektor terkait 3M +
  3. Pendistribusian Larvasida ke Puskesmas
  4. Abatisasi pada tempat penampungan air yang tidak bisa di kuras.
  5. Meningkatkan Sosialisasi tentang penyakit DBD ke masyarakat / Sekolah-sekolah

Fakta dan data yang berpengaruh terhadap persoalan :

  • Undang – Undang Wabah Nomor 4 tahun 1984, tentang wabah penyait menular
  • Undang – Undang Kesehatan Nomor : 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan
  • Undang – Undang Bencana tahun 2007, tentang penanggulangan bencana
  • Kepmenkes Nomor 92/Permenkes/SK/II/1994, tentang Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 374/Menkes/PER/III/2010 tentang Pengendalian Vektor.
  • Adanya penelitian Sub Direktorat Pengendalian Vektor dan Sub Direktorat Arbovirosis pada Direktorat PPBB, Ditjrn PP & PL Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bulan September tahun 2011, tentang pemetaan serotipe virus dengue
  • WHO 2009, tentang tatalaksana dan diagnose kasus demam dengue.

Walaupun kasus DBD dalam 3 tahun terakhir telah terjadi penurunan namun, di awal tahun 2019 terjadi peningkatan kembali secara signifikan kalua kegiatan penanggulangan tidak intensipkan seperti Pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fogging focus, Abatisasi, dan sosialisasi tentang penyakit DBD di masyarakat dikawatirkan kasus DBD akan meluas dan berpotensi KLB yang mengarah kematian pada penderita DBD.

Kesimpulan

  1. Di Kabupaten Gianyar kasus DBD dalam 3 tahun terakhir telah terjadi penurunan baik angka kesakitan maupun angka kematian
  2. Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Fogging Fokus, Abatisasi serta sosialisasi ditingkatkan.

 
Saran dan Tindakan Lanjut
Untuk menekan angka kesakitan dan kematian penderita DBD di Kabupaten Gianyar yang disebabkan oleh gigitan vector (Nyamuk Aedes Agypti) dewasa dilakukan Fogging, pemberantasan terhadap jentik melalui PSN, Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui sosialisasi.

Login